
BANGKA SELATAN – Aktivitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh para pengerit di SPBU 24.331.140 Desa Air Gegas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, kembali menjadi sorotan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pengerit diduga masih bebas melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang di SPBU tersebut.
Bahkan, warga mengaku kerap melihat sejumlah pengerit ikut memegang stik pengisian saat proses pengisian BBM berlangsung.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengawasan yang dilakukan pihak SPBU terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Pasalnya, BBM subsidi merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima.
“Setiap hari terlihat aktivitas pengerit. Bahkan ada yang memegang stik pengisian sendiri. Ini membuat warga bertanya-tanya soal pengawasannya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pihak pengelola SPBU 24.331.140 Air Gegas dapat memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Selain itu, masyarakat juga meminta instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum dan pengawas distribusi BBM, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut warga, apabila dugaan tersebut terbukti, maka praktik pengeritan berpotensi mengganggu penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Karena itu, pengawasan yang ketat dinilai penting agar distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 24.331.140 terkait dugaan aktivitas pengeritan BBM bersubsidi yang menjadi keluhan masyarakat.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi serta menjaga hak masyarakat dalam memperoleh bahan bakar sesuai ketentuan yang berlaku.(Citra)
