
PANGKALPINANG – Keberadaan pabrik arang yang berada di kawasan Semabung Lama, Kota Pangkalpinang, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul setelah berdirinya dua cerobong baru di area pabrik yang memunculkan dugaan bahwa aktivitas pembakaran arang akan kembali dijalankan.
Warga sekitar mengaku khawatir dengan adanya pembangunan fasilitas baru tersebut. Pasalnya, aktivitas pabrik arang sebelumnya sempat menjadi keluhan masyarakat akibat asap yang dihasilkan dan diduga mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Menurut informasi yang dihimpun, usaha pabrik arang tersebut pernah mendapatkan teguran dari instansi terkait menyusul laporan masyarakat mengenai dampak asap pembakaran. Setelah adanya teguran, aktivitas pabrik disebut sempat dihentikan sementara.
Namun, keberadaan dua cerobong baru yang kini telah berdiri di lokasi kembali menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga menduga pembangunan tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk mengaktifkan kembali operasional pabrik.
“Kami melihat sekarang sudah ada dua cerobong yang dibangun. Warga jadi khawatir aktivitas pembakaran akan berjalan lagi dan asap kembali masuk ke permukiman,” ujar salah seorang warga, Senin (1/6/2026).
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Lokasi pabrik yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman membuat masyarakat merasa perlu mendapatkan kepastian terkait dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan apabila aktivitas pembakaran kembali dilakukan.
Selain persoalan kenyamanan, warga juga menyoroti potensi dampak terhadap kesehatan masyarakat apabila asap hasil pembakaran kembali menyebar ke lingkungan sekitar.
“Kami berharap ada penjelasan yang terbuka. Jangan sampai aktivitas kembali berjalan sementara warga yang berada paling dekat justru tidak mengetahui bagaimana dampaknya nanti,” kata warga lainnya.
Warga mengaku hingga saat ini belum menerima sosialisasi ataupun pemberitahuan resmi terkait pembangunan dua cerobong baru maupun rencana operasional pabrik ke depan. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kota Pangkalpinang, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi berwenang lainnya segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan seluruh aspek perizinan, dokumen lingkungan, serta ketentuan tata ruang telah dipenuhi sesuai aturan yang berlaku.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu munculnya persoalan baru sebelum mengambil langkah. Mereka menginginkan adanya keterbukaan informasi serta kepastian terkait keberlangsungan aktivitas pabrik yang berada di dekat kawasan permukiman tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola pabrik arang di Semabung Lama belum memberikan keterangan resmi terkait pembangunan dua cerobong baru maupun dugaan persiapan kembali beroperasinya aktivitas pembakaran arang di lokasi tersebut.(Citra)
