
BANGKA BARAT – Meninggalnya Rasid (39) saat melakukan penyelaman di lokasi tambang timah ilegal di perairan Laut Tembelok–Keranggan, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kembali memicu sorotan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang disebut masih berlangsung hampir setiap malam.
Peristiwa tersebut tidak hanya menambah daftar kecelakaan kerja di lokasi tambang ilegal, tetapi juga memunculkan desakan dari masyarakat agar aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga berperan dalam mengoordinasikan atau mengendalikan aktivitas tambang di kawasan tersebut, apabila didukung oleh alat bukti yang cukup.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari sejumlah sumber di lapangan, aktivitas tambang di perairan Tembelok–Keranggan disebut tetap berjalan pada malam hari. Para penambang bahkan mengaku menunggu arahan sebelum mulai bekerja.
Salah seorang penambang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa para penambang tidak berani beroperasi tanpa adanya informasi dari pihak yang disebut sebagai pengurus kelompok.”Kamek jak ndak berani gawe bang kalau dakde berita dari para pengurus grup. Kata pengurus grup gawe malam ni jam sekian make kamek gawe. Kamek jak setor bang tuk bantu urus kordinasi e,” ujarnya kepada awak media.
Keterangan tersebut merupakan pernyataan narasumber yang belum dapat diverifikasi secara independen.Masyarakat berharap peristiwa yang merenggut nyawa Rasid menjadi titik awal bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, tidak hanya terhadap penyebab kecelakaan kerja, tetapi juga terhadap dugaan adanya pihak-pihak yang mengatur, mengoordinasikan, atau memperoleh keuntungan dari aktivitas tambang ilegal tersebut apabila ditemukan bukti yang cukup.
Warga menilai penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan agar aktivitas tambang ilegal yang disebut masih berlangsung pada malam hari tidak kembali memakan korban jiwa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Bangka Barat mengenai perkembangan penyelidikan atas insiden yang menewaskan Rasid maupun tindak lanjut terhadap dugaan aktivitas tambang timah ilegal di perairan Laut Tembelok–Keranggan. Awak media akan memuat penjelasan dari pihak kepolisian apabila telah diperoleh.(Citra)
