
BANGKA TENGAH – Aktivitas dugaan penambangan pasir di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, tepatnya di sekitar kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, menjadi sorotan.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, aktivitas pengambilan pasir tersebut diduga masih berlangsung. Bahkan, puluhan mobil truk disebut terlihat mengantre untuk mengambil dan mengangkut pasir dari lokasi.Yang menjadi perhatian, muncul informasi di tengah masyarakat yang menyebut aktivitas tambang pasir tersebut diduga milik seseorang yang dikenal dengan nama “Itut”.
Namun demikian, dugaan mengenai kepemilikan tersebut belum terkonfirmasi secara independen. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak yang disebut maupun instansi terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Aktivitas yang berada di sekitar kawasan Tahura Bukit Mangkol juga memunculkan pertanyaan mengenai legalitas dan perizinan kegiatan penambangan pasir. Apabila kegiatan tersebut tidak mengantongi izin atau dilakukan pada kawasan yang dilarang untuk aktivitas pertambangan, tentu perlu dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Puluhan kendaraan pengangkut pasir yang disebut keluar-masuk lokasi menjadi indikasi bahwa kegiatan tersebut diduga berlangsung dalam skala cukup besar. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dilakukan sesuai ketentuan.
Pertanyaan publik pun mengemuka: siapa sebenarnya pengelola aktivitas tersebut, apakah memiliki izin, dan sejauh mana pengawasan aparat terhadap kegiatan yang berlangsung di sekitar kawasan Tahura Bukit Mangkol?Masyarakat meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait turun langsung ke lapangan, memeriksa legalitas aktivitas, mengecek batas kawasan serta memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan pertambangan maupun lingkungan hidup.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran, masyarakat berharap penindakan dilakukan secara tegas, transparan dan tanpa pandang bulu.Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dengan nama Itut belum memberikan keterangan mengenai dugaan kepemilikan aktivitas tersebut. Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang.(Citra)
