
PANGKALPINANG – Pemandangan yang memprihatinkan terlihat di persimpangan lampu merah Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan samping kantor cabang J Trust Bank, Pangkalpinang. Sejumlah anak tampak mengamen dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya saat lampu lalu lintas berwarna merah pada malam hari.
Dengan bermodalkan alat musik sederhana dan suara seadanya, anak-anak tersebut berusaha mendapatkan uang dari para pengendara yang sedang berhenti. Aktivitas itu terlihat berlangsung hingga malam hari.
Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan masyarakat. Pasalnya, anak-anak yang seharusnya mendapatkan waktu untuk belajar, beristirahat, serta berada dalam lingkungan yang aman justru terlihat berada di tengah kepadatan lalu lintas untuk mencari penghasilan.
Selain persoalan sosial, keberadaan anak-anak di sekitar persimpangan jalan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka. Pergerakan kendaraan yang mulai berjalan ketika lampu berubah hijau dapat sewaktu-waktu membahayakan anak-anak yang berada di antara kendaraan.
Sejumlah pengendara berharap persoalan ini tidak hanya dilihat sebagai aktivitas mengamen semata, tetapi juga sebagai persoalan perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Pertanyaannya, ke mana perhatian dan perlindungan terhadap anak-anak tersebut?
Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama instansi terkait diharapkan dapat segera melakukan penelusuran dan penanganan secara persuasif. Langkah tersebut penting untuk mengetahui kondisi keluarga, alasan anak berada di jalan pada malam hari, serta memastikan mereka mendapatkan hak atas pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan lingkungan yang aman.
Penanganan juga diharapkan tidak sebatas melakukan penertiban atau memindahkan anak-anak dari persimpangan jalan. Pemerintah perlu memastikan adanya pendampingan dan solusi yang menyentuh akar persoalan agar anak-anak tersebut tidak kembali ke jalan.
Kondisi ini menjadi pekerjaan bersama. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.Jangan sampai lampu merah di jalan menjadi saksi bahwa masih ada anak-anak yang harus mengais rupiah di tengah malam demi memenuhi kebutuhan hidup.(Citra)
