
PANGKALAN BARU – Aktivitas tambang timah yang diduga ilegal di kawasan belakang pagar SMK Negeri 1 Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan publik.Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, aktivitas tambang tersebut disebut-sebut dikelola oleh seseorang yang akrab disapa Unyil.
Warga menilai aktivitas penambangan yang berada tidak jauh dari fasilitas pendidikan itu berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Sejumlah pihak juga mengaitkan nama Unyil dengan salah satu anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Mehoa, yang disebut sebagai kakak perempuannya. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi hubungan tersebut maupun keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media telah berupaya menghubungi Mehoa melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Namun pesan yang dikirim belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan legalitas aktivitas pertambangan yang berlangsung di sekitar kawasan pendidikan tersebut.
Sementara itu, pihak pengelola tambang maupun pihak yang disebut dalam informasi tersebut masih diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.(Citra)
