
BANGKA BARAT — Aktivitas tambang timah di kawasan perairan laut pesisir Pantai Tanah Merah, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah nama disebut-sebut diduga berperan sebagai pengurus dalam aktivitas tambang timah yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, beberapa nama yang diduga terlibat dalam pengelolaan maupun koordinasi aktivitas tambang tersebut di antaranya Ketua PNI, MT Rahmat, PNDI, serta IS. Nama-nama itu ramai diperbincangkan warga dan para nelayan setempat karena dianggap memiliki peran dalam jalannya aktivitas tambang di kawasan pesisir Pantai Tanah Merah.
Keberadaan tambang timah laut di wilayah Desa Air Putih sendiri sejak lama menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat menilai aktivitas tersebut berdampak terhadap kondisi perairan dan hasil tangkapan nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari laut.Beberapa nelayan mengaku mulai khawatir dengan kondisi perairan yang dinilai berubah akibat aktivitas penambangan yang terus berlangsung.
Selain persoalan lingkungan, aktivitas tambang juga disebut-sebut memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat pesisir.“Kalau tambang terus berjalan tanpa pengawasan ketat, kami takut laut semakin rusak dan hasil tangkapan nelayan menurun,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum serta instansi terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan terhadap aktivitas tambang di kawasan tersebut. Selain itu, warga juga meminta adanya keterbukaan mengenai legalitas aktivitas tambang yang beroperasi di perairan Pantai Tanah Merah.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut dalam informasi yang berkembang tersebut.
Aparat terkait juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai status maupun pengawasan aktivitas tambang timah di wilayah pesisir Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.(Citra)
