
BANGKA TENGAH — Kondisi kawasan hutan lindung di wilayah Sarang Ikan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga saat ini, belum terlihat adanya tindakan tegas terhadap berbagai aktivitas yang diduga berlangsung di kawasan tersebut, meskipun persoalan ini sudah lama menjadi perhatian publik.

Masyarakat menilai lemahnya pengawasan membuat kawasan hutan lindung semakin rentan terhadap kerusakan lingkungan. Aktivitas yang diduga terjadi di area tersebut disebut-sebut terus berlangsung tanpa adanya penindakan nyata dari pihak terkait.
Warga berharap instansi berwenang segera turun langsung melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum di kawasan hutan lindung Sarang Ikan Lubuk. Sebab, keberadaan hutan lindung memiliki fungsi penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mencegah kerusakan lingkungan di wilayah Bangka Tengah.“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir kawasan hutan lindung akan semakin rusak. Harus ada tindakan nyata, jangan hanya sebatas wacana,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan dari pihak terkait terhadap kawasan tersebut. Pasalnya, isu mengenai aktivitas di area hutan lindung Sarang Ikan Lubuk bukan hal baru dan sudah beberapa kali menjadi pembahasan di tengah masyarakat.
Warga meminta aparat penegak hukum dan instansi kehutanan untuk tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka berharap ada langkah konkret guna menjaga kawasan hutan lindung tetap aman dan terhindar dari kerusakan yang dapat berdampak luas bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penertiban maupun tindakan hukum di kawasan hutan lindung Sarang Ikan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah.(Citra)
