
BANGKA SELATAN – Kondisi ruas Jalan Bikang–Jeriji yang menjadi akses utama menuju pusat Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Jalan yang baru selesai dibangun sekitar satu tahun lalu itu dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Bahkan, meski telah dilakukan pekerjaan perbaikan, masih ditemukan retakan pada badan jalan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terhadap kualitas pembangunan proyek yang disebut-sebut memiliki nilai anggaran hampir Rp50 miliar. Warga berharap proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran besar dapat memberikan kualitas yang baik dan bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Sorotan terhadap proyek tersebut juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol. Usai meninjau langsung kondisi di lapangan, ia secara tegas menyebut pembangunan ruas Jalan Bikang–Jeriji sebagai proyek gagal bangun, mengingat kerusakan terjadi dalam waktu yang relatif singkat setelah proyek selesai dikerjakan.
Menurut informasi yang dihimpun, sejumlah titik jalan sebelumnya telah dilakukan perbaikan. Namun, hasil perbaikan tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh karena retakan masih terlihat pada beberapa bagian ruas jalan.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media telah berupaya mengonfirmasi Anggoro, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada PJN, melalui pesan WhatsApp. Konfirmasi tersebut dilakukan guna meminta penjelasan terkait kondisi jalan yang kembali mengalami kerusakan serta mengenai langkah yang akan ditempuh untuk memastikan kualitas pekerjaan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Anggoro belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan. Media ini masih memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi maupun hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh terhadap proyek tersebut. Selain mengungkap penyebab kerusakan, evaluasi juga diharapkan dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(Citra)
