
BANGKA SELATAN — Aktivitas tambang timah menggunakan alat berat di kawasan Tambang 4 Desa Rindik Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Lokasi tambang yang berada di wilayah TN tersebut diduga milik ATNG dan disebut-sebut dikelola oleh TPY selaku pengurus lapangan.
Aktivitas tambang terlihat berlangsung terang-terangan dengan menggunakan alat berat berkapasitas besar. Ironisnya, di tengah tingginya risiko kerja di lokasi tambang, keselamatan para pekerja diduga tidak menjadi perhatian serius pihak pengelola.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pekerja di lokasi tambang disebut bekerja tanpa perlengkapan keselamatan kerja yang memadai. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kecelakaan kerja yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Alat berat terus bekerja, tapi perlindungan pekerja seperti diabaikan. Kalau terjadi kecelakaan siapa yang bertanggung jawab,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain persoalan keselamatan kerja, keberadaan aktivitas tambang tersebut juga memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dari pihak terkait. Masyarakat menilai aktivitas tambang di lokasi TN itu terkesan berjalan tanpa hambatan meski menggunakan alat berat secara terbuka.
Warga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap aktivitas tambang tersebut, termasuk mengecek legalitas operasional serta standar keselamatan kerja di lapangan.
“Jangan sampai pekerja jadi korban karena lemahnya pengawasan. Keselamatan harus jadi prioritas, bukan hanya mengejar hasil tambang,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga sebagai pemilik maupun pengurus tambang terkait aktivitas tersebut.(Citra)
