
TOBOALI – Kondisi ruas Jalan Raya Bikang–Jeriji atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalan Lelap Bikang di Kabupaten Bangka Selatan kembali menjadi sorotan. Jalan yang baru sekitar satu tahun selesai dibangun dengan anggaran hampir Rp50 miliar itu kini dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut tampak bergelombang dan mengalami retakan memanjang di bagian tengah badan jalan. Kerusakan itu memicu kekhawatiran masyarakat karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Munculnya kerusakan dalam waktu yang relatif singkat pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kualitas pengerjaan proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu. Pasalnya, proyek tersebut sebelumnya disebut menggunakan metode dan teknologi khusus untuk menyesuaikan kondisi tanah di kawasan setempat.
“Kalau melihat kondisinya sekarang, tentu masyarakat kecewa. Jalan yang baru dibangun dengan anggaran besar seharusnya dapat bertahan lebih lama dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi jalan yang retak dan bergelombang juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor saat melintas pada malam hari maupun ketika hujan turun.Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyebab kerusakan tersebut.
Evaluasi terhadap pelaksanaan proyek dinilai perlu dilakukan agar diketahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan.
Apabila kerusakan masih berada dalam masa pemeliharaan, pihak pelaksana proyek diminta bertanggung jawab untuk segera melakukan perbaikan tanpa membebani kembali keuangan negara.
Transparansi dalam penyampaian hasil pemeriksaan juga dinilai penting agar publik memperoleh kejelasan mengenai penyebab kerusakan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Dengan nilai proyek yang mencapai hampir Rp50 miliar, masyarakat menilai infrastruktur tersebut semestinya memiliki kualitas yang baik dan mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Kondisi jalan yang kembali rusak ketika usianya masih seumur jagung menjadi catatan serius yang perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terus terulang dalam pelaksanaan proyek pembangunan di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kerusakan ruas Jalan Bikang–Jeriji maupun langkah perbaikan yang akan ditempuh. Publik pun kini menanti respons dan tindakan nyata agar akses vital masyarakat tersebut kembali aman dan nyaman untuk dilalui.(Team)
