
PANGKALPINANG – Program bantuan perlengkapan sekolah gratis yang pernah dijanjikan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Dr. Saparudin (Prof Udin) dan Dessy Ayutrisna (Cece Dessy), kini mulai ditagih masyarakat. Warga berharap janji tersebut tidak hanya menjadi bahan kampanye semata, tetapi benar-benar direalisasikan untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak di Kota Pangkalpinang.
Program yang dijanjikan meliputi pemberian seragam sekolah, sepatu, tas, dan alat tulis gratis bagi para pelajar. Saat masa kampanye, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama menjelang tahun ajaran baru.
Seiring berjalannya waktu pasca pelantikan kepala daerah, sejumlah warga mulai mempertanyakan perkembangan dan realisasi program tersebut. Pasalnya, kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar bagi sebagian masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Janji itu pernah disampaikan kepada masyarakat. Kami berharap pemerintah tidak melupakannya dan segera memberikan kepastian terkait pelaksanaannya,” ujar salah satu warga Pangkalpinang.
Menurut masyarakat, bantuan perlengkapan sekolah gratis bukan hanya soal seragam dan perlengkapan belajar, tetapi juga bentuk keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan dan keluarga yang membutuhkan.
Selain itu, warga berharap Pemerintah Kota Pangkalpinang dapat menyampaikan secara terbuka mengenai tahapan, mekanisme, serta waktu pelaksanaan program agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa setiap janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat merupakan komitmen moral yang perlu diperjuangkan realisasinya. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun prioritas program secara terukur dan transparan.
Kini masyarakat Pangkalpinang menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota. Sebab, bagi warga, kepercayaan publik akan semakin kuat apabila janji yang pernah disampaikan saat kampanye benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jangan sampai program baju sekolah gratis hanya menjadi janji kosong. Masyarakat tidak hanya ingin mendengar janji, tetapi juga melihat bukti nyata dari komitmen yang pernah disampaikan kepada rakyat.”(Citra)
