
BANGKA SELATAN — Penanganan kasus dugaan penyelundupan timah ke luar negeri kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, dari sejumlah pihak yang diamankan dan diproses hukum, hanya 13 orang yang disebut-sebut sebagai anak buah yang kini menjalani proses hukum.
Sementara sosok Suyatno alias Asui, warga Desa Keposang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, yang diduga sebagai otak dan bos besar dalam jaringan penyelundupan timah tersebut, hingga kini belum tersentuh aparat penegak hukum.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Bangka Belitung. Warga menilai penegakan hukum terkesan tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Para pekerja lapangan dan sopir disebut menjadi pihak yang paling dahulu diamankan, sedangkan aktor utama yang diduga mengendalikan jaringan penyelundupan justru belum berhasil ditangkap.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, aktivitas dugaan penyelundupan timah tersebut sudah berlangsung cukup lama dan diduga melibatkan jaringan yang terorganisir. Timah hasil penambangan disebut dikumpulkan dari berbagai wilayah di Bangka Selatan sebelum akhirnya dikirim keluar daerah hingga diduga menuju pasar luar negeri secara ilegal.
Masyarakat meminta aparat penegak hukum tidak berhenti hanya pada penangkapan para pekerja lapangan semata. Publik mendesak agar pengusutan dilakukan hingga ke aktor intelektual dan pihak yang diduga menjadi pengendali utama dalam bisnis ilegal tersebut.“Kalau memang serius memberantas penyelundupan timah, jangan hanya anak buah yang diproses.
Bos besarnya juga harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.Kasus dugaan penyelundupan timah sendiri dinilai sangat merugikan negara. Selain berpotensi menghilangkan pemasukan negara dari sektor pertambangan, aktivitas ilegal tersebut juga diduga merusak tata niaga timah serta memperburuk citra penegakan hukum di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait mengenai status hukum Suyatno alias Asui maupun perkembangan lanjutan pengusutan dugaan jaringan penyelundupan timah tersebut.(Citra)
