
PANGKALPINANG — Eks Smelter SJI (Sumber Jaya Indah) di Jalan Ketapang, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, menjadi sorotan setelah seorang pria berusia 30 tahun ditemukan meninggal dunia di lokasi tersebut, Jumat (14/8/2026).Korban diketahui bernama Muhammad Alhady alias Ady Atek, warga Kelurahan Kampung Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang.
Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban diduga tengah melakukan aktivitas pembongkaran sisa bangunan di kawasan eks-smelter. Berdasarkan laporan situasi harian Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang, aktivitas korban bersama tiga orang rekannya di lokasi tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari.
Kondisi tersebut kini memunculkan pertanyaan serius terkait dugaan aktivitas pengambilan atau penjarahan besi dari sisa bangunan eks-Smelter SJI.Terdengar Suara ReruntuhanSaksi bernama Iwan Madona yang berada di sekitar lokasi mengaku mendengar aktivitas pembongkaran sekitar pukul 17.30 WIB.
Sekitar pukul 17.50 WIB, saksi mendengar suara reruntuhan dari dalam area eks-smelter. Setelah memastikan sumber suara, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Sat Polairud Polresta Pangkalpinang sekitar pukul 18.12 WIB.Sekitar pukul 18.30 WIB, pihak keluarga mendapatkan informasi mengenai penemuan mayat tersebut. Jaya Wilianson yang merupakan abang kandung korban kemudian mendatangi lokasi dan memastikan bahwa korban adalah adiknya.
Banyak Luka pada Tubuh KorbanSekitar pukul 20.30 WIB, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk menjalani pemeriksaan dan proses autopsi.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya memar pada bagian belakang kepala, luka lecet dan robek pada wajah, luka pada bagian dada dan pinggang, serta patah tulang paha kanan.
Namun, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan dan autopsi dari pihak RS Bhayangkara Polda Kepulauan Bangka Belitung.Aparat Diminta Usut Dugaan Penjarahan BesiPeristiwa ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan aset dan sisa bangunan di kawasan eks-Smelter SJI.
Jika benar terdapat aktivitas pembongkaran untuk mengambil besi atau material lainnya tanpa izin, aparat penegak hukum perlu mengusut siapa yang berada di balik aktivitas tersebut.
Terlebih, berdasarkan keterangan sementara, korban disebut berada di lokasi bersama tiga orang rekannya dan aktivitas tersebut telah berlangsung selama beberapa hari.
Aparat juga diharapkan memastikan apakah aktivitas pembongkaran tersebut memiliki izin atau tidak, serta mengungkap siapa pemilik atau pihak yang bertanggung jawab terhadap material besi dan bangunan yang berada di kawasan eks-smelter.Jangan sampai eks-smelter yang seharusnya berada dalam pengawasan justru berubah menjadi lokasi yang bebas dibongkar dan diambil materialnya.
Kasus meninggalnya Muhammad Alhady menjadi momentum bagi pihak berwenang untuk tidak hanya mengusut penyebab kematian korban, tetapi juga menelusuri dugaan aktivitas pengambilan besi di kawasan tersebut.Sampai saat ini, dugaan penjarahan atau pencurian besi masih memerlukan pembuktian dan konfirmasi dari pihak pengelola aset maupun aparat penegak hukum.(Citra)
