
BANGKA SELATAN — Nama Amri kembali menjadi sorotan masyarakat Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Setelah sebelumnya disebut terkait dugaan aktivitas penampungan pasir timah dan pelobian timah di kawasan Jalan Kolong 2, tepat di samping kantor Samsat Toboali, kini warga kembali menyoroti dugaan keberadaan tambang timah di kawasan Jalan Bagger yang disebut-sebut masih berkaitan dengannya.
Maraknya aktivitas tersebut membuat sebagian warga mulai mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum untuk bertindak. Pasalnya, aktivitas yang diduga berkaitan dengan bisnis timah itu disebut berlangsung cukup lama dan terkesan berjalan tanpa hambatan.
“Warga jadi bertanya-tanya, kenapa aktivitas seperti ini seolah aman-aman saja. Padahal lokasinya bukan tersembunyi,” ujar seorang warga Toboali yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi penampungan dan pelobian timah di Jalan Kolong 2 disebut masih kerap beroperasi. Kendaraan pengangkut material diduga keluar masuk lokasi hampir setiap hari. Aktivitas di lokasi tersebut disebut berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Sementara itu, di kawasan Jalan Bagger, aktivitas tambang timah juga dikabarkan masih berlangsung menggunakan peralatan tambang darat. Warga menduga adanya keterkaitan antara lokasi tambang dengan tempat penampungan dan pelobian timah tersebut sebagai satu rangkaian aktivitas bisnis timah.
“Dugaan masyarakat itu dari tambang masuk ke penampungan lalu diproses di pelobian. Karena aktivitasnya seperti saling terhubung,” ungkap warga lainnya.
Sorotan masyarakat semakin tajam lantaran lokasi pelobian dan penampungan timah berada di kawasan yang cukup ramai dan dekat dengan pusat pelayanan publik. Kondisi itu memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa aktivitas tersebut seakan tidak tersentuh hukum.
“Kalau masyarakat kecil cepat ditindak, tapi kalau yang besar seperti susah disentuh. Itu yang jadi pembicaraan warga sekarang,” kata seorang tokoh masyarakat.
Selain dugaan aktivitas ilegal, warga juga mengaku mulai resah terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Jalan di sekitar lokasi disebut mulai mengalami kerusakan akibat kendaraan bermuatan berat yang hilir mudik mengangkut material tambang. Debu serta aktivitas malam hari juga dikeluhkan warga sekitar.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi tambang di Jalan Bagger maupun tempat pelobian dan penampungan pasir timah di samping kantor Samsat Jalan Kolong 2 Toboali.
Warga berharap aparat tidak tutup mata terhadap aktivitas yang sudah lama menjadi perhatian publik tersebut.
“Kalau memang ada pelanggaran, harus ditindak. Jangan sampai muncul kesan ada pihak tertentu yang kebal hukum,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amri terkait dugaan tersebut. Aparat penegak hukum maupun instansi terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan aktivitas tambang, penampungan, dan pelobian timah di wilayah Toboali tersebut.(Citra)
