
BANGKA — Tragedi maut yang menewaskan 7 pekerja tambang pada 2 Februari 2026 di kawasan tambang timah Desa Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, tampaknya belum cukup menghentikan aktivitas penambangan di lokasi tersebut. Kini, aktivitas tambang kembali terlihat berjalan dan memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait aspek keselamatan kerja hingga pengawasan dari pihak berwenang.
Pantauan di lapangan, sejumlah titik tambang kembali dipenuhi aktivitas para pekerja. Kondisi area tambang yang dipenuhi bekas galian, lumpur, serta kontur tanah yang dinilai rawan longsor membuat masyarakat khawatir tragedi serupa dapat kembali terjadi sewaktu-waktu.Sebelumnya, insiden tragis pada awal Februari 2026 lalu sempat menyita perhatian publik Bangka Belitung.
Dalam peristiwa tersebut, 7 pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi kecelakaan di area tambang. Musibah itu menjadi salah satu insiden tambang paling memilukan yang terjadi di wilayah Kecamatan Pemali.
Namun belum lama pasca kejadian, aktivitas penambangan kini kembali berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari warga sekitar yang mempertanyakan apakah evaluasi terhadap keselamatan kerja benar-benar telah dilakukan sebelum tambang kembali beroperasi.“Jangan sampai nyawa pekerja kembali jadi taruhan. Dulu sudah ada korban meninggal, sekarang aktivitas jalan lagi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain persoalan keselamatan pekerja, masyarakat juga menyoroti dampak lingkungan akibat aktivitas tambang yang terus berlangsung. Kawasan sekitar disebut mengalami perubahan kondisi lahan, sementara sejumlah titik tampak dipenuhi genangan bekas tambang dan jalur tanah yang rusak akibat lalu lalang aktivitas alat maupun kendaraan pengangkut.
Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi terkait dapat melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas tambang di Desa Pondi. Pemeriksaan terkait standar keselamatan kerja, legalitas operasional, hingga kondisi area tambang dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas tambang di kawasan Desa Pondi disebut masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah evaluasi maupun pengawasan pasca tragedi yang merenggut 7 korban jiwa tersebut.(Citra)
