
BANGKA BARAT – Aktivitas tambang timah yang diduga ilegal di perairan Laut Keranggan, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi sorotan publik. Meski telah terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia, aktivitas penambangan disebut-sebut masih terus berlangsung pada malam hari.
Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari sejumlah sumber di lapangan, sejumlah ponton tambang masih terlihat beroperasi saat malam.
Aktivitas tersebut diduga dilakukan untuk menghindari pengawasan, meski kebenaran informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.Peristiwa meninggalnya seorang pekerja tambang sebelumnya seharusnya menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak.
Namun, aktivitas tambang disebut masih terus berjalan sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di kawasan tersebut.
Selain berpotensi melanggar ketentuan perizinan, aktivitas penambangan di laut juga dinilai memiliki risiko keselamatan yang tinggi bagi para pekerja serta berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan pesisir apabila tidak dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi, menindak apabila ditemukan pelanggaran, serta memastikan keselamatan para pekerja dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait informasi bahwa aktivitas tambang di Laut Keranggan masih berlangsung pada malam hari.(Citra)
