
TOBOALI, BANGKA SELATAN – SPBN 2533712 yang berlokasi di Jalan Payak Ubi, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sorotan masyarakat setelah muncul dugaan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang tidak tepat sasaran.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa SPBN tersebut sejatinya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan BBM para nelayan. Namun, menurutnya, masih terdapat nelayan yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi yang menjadi hak mereka.”SPBN itu memang untuk nelayan, tapi sebagian nelayan tidak mendapatkan minyak tersebut. Yang pernah saya lihat, diduga minyak itu dijual kepada pekerja tambang timah.
Kalau benar seperti itu, berarti BBM subsidi tersebut tidak digunakan sesuai peruntukannya,” ungkap sumber kepada awak media.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai pengawasan distribusi BBM subsidi. Pasalnya, program subsidi pemerintah seharusnya diperuntukkan bagi kelompok yang berhak menerima, termasuk para nelayan yang menggantungkan aktivitas ekonomi mereka pada ketersediaan bahan bakar.Apabila dugaan tersebut terbukti, maka praktik tersebut dinilai dapat merugikan nelayan serta berpotensi bertentangan dengan ketentuan distribusi BBM subsidi yang telah ditetapkan pemerintah
.Untuk memperoleh keterangan yang berimbang, awak media mencoba menghubungi Abel yang disebut sebagai pengurus SPBN 2533712 Payak Ubi. Namun hingga berita ini diterbitkan, Abel belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait dugaan yang disampaikan masyarakat.Bahkan, menurut keterangan awak media, nomor kontak yang digunakan untuk mengajukan konfirmasi diduga telah diblokir oleh Abel setelah pertanyaan terkait dugaan penyaluran BBM subsidi tersebut disampaikan. Akibatnya, upaya mendapatkan penjelasan resmi dari pihak pengelola SPBN belum berhasil dilakukan.Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum dan pihak yang berwenang dalam pengawasan distribusi BBM subsidi, dapat melakukan penelusuran dan pemeriksaan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.Selain itu, warga juga meminta agar penyaluran BBM subsidi diawasi secara ketat sehingga benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola SPBN 2533712 Payak Ubi Toboali terkait dugaan tersebut.(Citra)
