
SUNGAILIAT — Ironi terjadi di kawasan pesisir Pantai Puri Ansel, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Di tengah terpasangnya papan larangan keras terhadap aktivitas penambangan timah ilegal demi menjaga kawasan pelestarian penyu, aktivitas tambang justru disebut masih bebas berlangsung di sepanjang pesisir pantai tersebut.

Papan peringatan yang berdiri di lokasi secara tegas menyebut kawasan tersebut merupakan area pelestarian penyu. Dalam tulisan itu juga terdapat imbauan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun yang dapat merusak lingkungan, termasuk aktivitas penambangan timah ilegal yang berpotensi mengganggu ekosistem pesisir dan habitat penyu.
Namun kondisi di lapangan disebut jauh berbeda. Sejumlah warga mengaku masih melihat adanya aktivitas tambang timah di kawasan pesisir yang seharusnya dilindungi. Aktivitas tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena dilakukan di area yang selama ini dikenal sebagai habitat penyu bertelur.
Warga menilai papan larangan yang dipasang seolah tidak memiliki arti apabila tidak dibarengi pengawasan dan tindakan tegas dari pihak terkait. Mereka menyebut aktivitas tambang yang terus berlangsung berpotensi merusak garis pantai, mencemari perairan, serta mengganggu keseimbangan ekosistem laut.
“Kalau memang kawasan pelestarian penyu, seharusnya benar-benar dijaga. Jangan hanya pasang papan larangan, tapi di lapangan aktivitas tambang masih berjalan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan.
Aktivitas tambang timah di kawasan pesisir disebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jangka panjang. Sedimentasi di laut, air yang semakin keruh, hingga rusaknya habitat alami penyu menjadi ancaman nyata apabila aktivitas tersebut terus dibiarkan.Selain berdampak terhadap lingkungan, warga juga khawatir kawasan wisata pesisir Pantai Puri Ansel akan kehilangan daya tariknya akibat aktivitas tambang.
Pantai yang sebelumnya dikenal memiliki panorama alam dan menjadi lokasi berkembangnya biota laut kini terancam mengalami kerusakan.Beberapa nelayan di sekitar lokasi juga mengaku mulai merasakan dampak terhadap hasil tangkapan mereka. Air laut yang berubah keruh disebut mempengaruhi ekosistem ikan di sekitar pesisir.
Kondisi itu membuat masyarakat pesisir semakin resah terhadap keberadaan aktivitas tambang di kawasan tersebut.Masyarakat berharap aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan instansi terkait segera turun langsung melakukan penertiban serta pengawasan ketat di kawasan pesisir Pantai Puri Ansel.
Mereka meminta adanya langkah nyata agar kawasan pelestarian penyu tidak hanya menjadi simbol melalui papan larangan semata.“Kalau terus dibiarkan, bukan cuma pantai yang rusak. Habitat penyu juga bisa hilang perlahan,” kata warga lainnya.Hingga kini, aktivitas tambang di kawasan pesisir Pantai Puri Ansel masih menjadi sorotan masyarakat.
Warga berharap ada tindakan tegas sebelum kerusakan lingkungan di kawasan pelestarian tersebut semakin meluas dan sulit dipulihkan.(Citra)
