
Teheran – Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah wafatnya Ali Khamenei. Putranya, Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran oleh Majelis Ahli pada Senin (9/3/2026). Penunjukan Mojtaba Khamenei menjadikannya pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979. Ulama berusia 56 tahun itu dipilih oleh Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi negara tersebut.
Suksesi kepemimpinan terjadi setelah ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Peristiwa tersebut memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah. Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh ulama yang memiliki pengaruh kuat di balik layar politik Iran serta memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Banyak pengamat menilai ia akan melanjutkan kebijakan keras terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Pengangkatannya juga memicu perdebatan internasional karena dianggap sebagai transisi kekuasaan yang mirip sistem dinasti, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi dalam sistem Republik Islam Iran. Dengan jabatan ini, Mojtaba Khamenei kini memegang kekuasaan tertinggi di Iran yang mencakup kendali atas militer, kebijakan luar negeri, serta pengaruh besar terhadap pemerintahan dan lembaga negara.


