
BANGKA BARAT — Aktivitas tambang timah ilegal menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) di kawasan perairan Belembang Bakik kembali menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, sejumlah ponton tambang disebut-sebut sudah beroperasi sangat dekat dengan bibir pantai sehingga memicu keresahan warga pesisir.

Selain aktivitas tambang yang dinilai semakin mendekati kawasan pantai, masyarakat juga menyoroti adanya dugaan praktik pengambilan jatah timah oleh oknum dari ponton-ponton yang beroperasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, aktivitas dugaan pengambilan jatah timah itu disebut berlangsung hampir setiap siang hingga sore hari. Para pekerja tambang disebut dimintai bagian timah dari hasil aktivitas yang berlangsung di kawasan perairan tersebut.
Bahkan, sumber di lapangan menyebut seorang pria yang disebut sebagai koordinator sempat turun langsung ke area tambang.
Namun menurut sumber tersebut, pria itu diduga hanya berada di lokasi sementara beberapa orang lainnya mendatangi ponton-ponton yang sedang bekerja.
“Kalau siang sampai sore biasanya ada yang mengambil jatah timah. Beberapa orang juga standby di ponton lain,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tidak hanya itu, beberapa orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut juga disebut berada di sejumlah titik ponton guna meminta jatah timah kepada para pekerja tambang laut.
Kondisi ini memicu perhatian warga karena aktivitas tambang disebut semakin mendekati garis pantai dan dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan pesisir, ekosistem laut, serta aktivitas nelayan tradisional di sekitar kawasan Belembang Bakik.
Warga menilai, apabila aktivitas tambang terus dibiarkan tanpa pengawasan dan penindakan tegas, maka kerusakan kawasan pesisir berpotensi semakin meluas. Selain persoalan lingkungan, dugaan adanya pungutan jatah timah di tengah aktivitas tambang ilegal juga dinilai mencoreng penegakan aturan di wilayah perairan Bangka Barat.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum maupun instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penindakan terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal serta dugaan praktik pungutan timah yang disebut terjadi di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.(Citra)
