
PANGKALPINANG — Aktivitas tambang timah yang diduga ilegal di kawasan aliran sungai (DAS) Gang Buntu, Kelurahan Opas Indah, Kota Pangkalpinang, kembali menjadi sorotan. Aktivitas tersebut diduga kembali berlangsung pada malam hari meski sebelumnya telah mendapat peringatan dan disebut telah dibuat kesepakatan untuk menghentikan kegiatan.
Informasi yang diterima Babel News Update menyebutkan, aktivitas pertambangan diduga kembali berjalan pada malam hari. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap kesepakatan yang sebelumnya disebut telah dibuat.Dalam informasi yang beredar, aktivitas tambang tersebut diduga berkaitan dengan Kiki dan Deka.
Kiki juga disebut-sebut sebagai istri seorang anggota DPRD Kota Pangkalpinang dari Fraksi Demokrat.Namun demikian, informasi mengenai kepemilikan aktivitas tambang maupun hubungan Kiki dengan anggota DPRD yang dimaksud belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Karena itu, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.Awak Media Lakukan Konfirmasi, Dapat Pesan Bernada AncamanDalam rangka memperoleh keterangan berimbang, awak media mencoba menghubungi Kiki melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait dugaan aktivitas tambang tersebut.Namun, awak media justru menerima balasan yang dinilai bernada keras dan mengintimidasi. Salah satu pesan yang diterima berbunyi:“Kamu ganggu saya, sama la kamu gali kubur sendiri.”Pesan tersebut menjadi perhatian karena disampaikan ketika awak media sedang melakukan upaya konfirmasi jurnalistik.
Babel News Update menegaskan bahwa konfirmasi dilakukan sebagai bagian dari tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi dan klarifikasi dari pihak yang disebut, bukan untuk mengganggu ataupun menyudutkan pihak tertentu.Apabila pesan tersebut benar dikirim oleh Kiki, pihak yang bersangkutan tentu memiliki hak untuk menjelaskan maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Istri Anggota DPRD Belum Beri Jawaban Saat DikonfirmasiSelain menghubungi Kiki, awak media juga telah berupaya meminta tanggapan kepada Icha, yang disebut sebagai anggota DPRD Kota Pangkalpinang dari Fraksi Demokrat dan disebut memiliki hubungan sebagai istri Kiki, melalui pesan WhatsApp.Konfirmasi tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan terkait informasi yang beredar mengenai dugaan aktivitas tambang di kawasan DAS Gang Buntu serta informasi yang mengaitkan Kiki dengan dirinya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Icha belum memberikan jawaban maupun tanggapan atas pesan konfirmasi yang telah disampaikan awak media.Babel News Update tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Icha untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas pemberitaan ini.
Aparat Diminta Turun Cek LokasiTerlepas dari informasi mengenai pihak-pihak yang disebut, dugaan aktivitas pertambangan di kawasan DAS perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi terkait.Pengecekan langsung ke lokasi diperlukan untuk memastikan legalitas kegiatan serta mengetahui potensi dampaknya terhadap lingkungan dan aliran sungai.Jika benar sebelumnya telah ada peringatan dan kesepakatan untuk menghentikan aktivitas, namun kegiatan diduga kembali berjalan, masyarakat tentu mempertanyakan mengapa aktivitas tersebut kembali terjadi.
Aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan pengecekan secara objektif. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, penindakan hendaknya dilakukan sesuai ketentuan hukum dan tanpa pandang bulu.Hingga berita ini diterbitkan, Babel News Update masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kiki, Deka, Icha, serta aparat penegak hukum dan instansi terkait.(Citra)
