
BANGKA — Aktivitas tambang timah ilegal di kawasan bakau Jade Bahrain, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, kembali menjadi sorotan. Meski disebut sudah beberapa kali dilakukan penertiban, aktivitas pertambangan di kawasan tersebut diduga kembali berlangsung dan semakin menggila.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, kawasan bakau yang seharusnya dilindungi dan dijaga kelestariannya justru diduga terus menjadi sasaran aktivitas pertambangan timah ilegal.Berulangnya aktivitas tersebut setelah adanya penertiban juga memunculkan dugaan bahwa masih terdapat pihak tertentu yang memberikan perlindungan atau memiliki pengaruh di balik kegiatan tersebut.
Namun, dugaan mengenai adanya “orang kuat” di belakang layar tersebut tentunya perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.Di sisi lain, keberadaan aktivitas tambang yang diduga berlangsung di wilayah Desa Jade Bahrain turut menyoroti peran pemerintah desa.
Kepala desa setempat diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai sejauh mana pemerintah desa mengetahui dan mengambil langkah terhadap dugaan aktivitas pertambangan tersebut.
Jangan sampai muncul kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, khususnya kawasan bakau.Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Jika terbukti terdapat aktivitas tambang tanpa izin, penindakan tegas diharapkan tidak hanya menyasar para pekerja di lapangan, tetapi juga mengungkap siapa pihak yang diduga menjadi pemodal, pengurus, maupun penampung hasil tambang.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan aktivitas tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.Babel News Update akan terus melakukan penelusuran dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebut maupun berkepentingan dalam pemberitaan ini.(Citra)
