
BANGKA TENGAH — Aktivitas penambangan timah di perairan Laut Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Informasi yang beredar menyebutkan ratusan unit ponton tambang timah beroperasi di kawasan tersebut dan disebut-sebut berada dalam skema kemitraan dengan PT Timah.
Di tengah tingginya aktivitas produksi, perhatian masyarakat kini tertuju pada aspek keselamatan para pekerja yang setiap hari menjalankan aktivitas penambangan di laut. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah standar keselamatan kerja telah diterapkan secara maksimal mengingat pekerjaan di atas ponton memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi.
Aktivitas penambangan di laut tidak hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga ancaman cuaca buruk, gelombang tinggi, hingga potensi kecelakaan kerja yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Karena itu, penggunaan alat pelindung diri, kelengkapan peralatan keselamatan, serta pengawasan rutin menjadi hal yang sangat penting.
Masyarakat berharap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan yang layak sesuai standar keselamatan kerja. Selain itu, pengawasan dari instansi terkait juga dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, keberadaan ratusan ponton yang beroperasi di perairan Laut Sampur juga menimbulkan perhatian terkait dampak lingkungan dan aktivitas nelayan setempat. Sejumlah warga berharap adanya transparansi mengenai pengelolaan kegiatan tambang serta langkah-langkah mitigasi yang dilakukan untuk meminimalkan risiko terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih perlu dikonfirmasi untuk memperoleh penjelasan mengenai status kemitraan, jumlah ponton yang beroperasi, serta penerapan standar keselamatan kerja bagi para pekerja di lokasi tersebut.(Citra)
