
TOBOALI, BANGKA SELATAN — Aktivitas yang diduga merupakan penambangan timah di kawasan Tamayeng, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai penggunaan alat berat di lokasi yang disebut-sebut sebagai kawasan hutan produksi.
Berdasarkan informasi yang diterima, satu unit alat berat berwarna biru merek Kobelco diduga digunakan untuk melakukan penggalian material yang diduga mengandung timah.Dalam informasi yang beredar, nama Anas disebut-sebut diduga berperan sebagai pengurus aktivitas di lapangan.
Sementara Dika disebut sebagai pihak yang diduga memberikan modal untuk menjalankan kegiatan tersebut.Namun, informasi mengenai peran Anas dan Dika tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Keberadaan alat berat di kawasan yang disebut sebagai hutan produksi menimbulkan pertanyaan terkait status kawasan, legalitas kegiatan, serta dokumen perizinan yang dimiliki pihak yang menjalankan aktivitas tersebut.
Apabila kegiatan tersebut benar berlangsung tanpa perizinan atau persetujuan yang dipersyaratkan, instansi berwenang perlu melakukan pemeriksaan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan legalitas, aktivitas penggalian menggunakan alat berat di kawasan hutan juga perlu menjadi perhatian dari sisi lingkungan. Pembukaan dan penggalian lahan berpotensi memengaruhi kondisi tanah, vegetasi, serta tata air di sekitar lokasi.
Masyarakat meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait turun langsung ke kawasan Tamayeng, Toboali, untuk memastikan status kawasan, legalitas kegiatan, keberadaan alat berat, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.Hingga berita ini diterbitkan, Anas dan Dika belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Anas, Dika, pemilik alat berat, maupun pihak lainnya yang disebut dalam pemberitaan.(Citra)
