
PANGKALPINANG, BANGKA BELITUNG — Perbandingan wajah pembangunan ruang publik antara Kota Pangkalpinang dan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sorotan. Dokumentasi yang memperlihatkan sejumlah kawasan di kedua daerah menunjukkan perbedaan konsep penataan dan tampilan ruang publik.

Di Toboali, sejumlah kawasan terlihat dihiasi ornamen khas, lampu dekoratif, ruang terbuka serta fasilitas yang membuat kawasan tampak lebih hidup, terutama pada malam hari. Penataan tersebut juga terlihat menjadi ruang berkumpul dan aktivitas masyarakat.
Sementara di beberapa titik Kota Pangkalpinang yang dibandingkan, fasilitas publik memang tersedia, namun secara visual terlihat lebih sederhana. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai arah penataan dan pengembangan wajah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bukan sekadar soal siapa yang lebih bagus, perbandingan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi memiliki tuntutan untuk menghadirkan ruang publik yang representatif, nyaman dan mampu menjadi wajah daerah.
Toboali pun menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara mengenai jalan dan gedung, tetapi juga bagaimana ruang publik ditata agar memiliki fungsi sosial sekaligus daya tarik bagi masyarakat.
Perbandingan visual ini tentu belum cukup untuk mengukur keberhasilan pembangunan secara keseluruhan karena pembangunan daerah memiliki banyak indikator. Namun, kondisi tersebut setidaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk mempertanyakan kualitas dan arah pembangunan masing-masing daerah.
Kini pertanyaannya, mampukah Pangkalpinang berbenah dan menghadirkan wajah kota yang lebih menarik, sehingga tidak kalah mencolok dengan pembangunan ruang publik di Toboali?(Citra)
