
TOBOALI, BANGKA SELATAN — Pernyataan Habib, yang disebut sebagai kolektor timah di wilayah Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sorotan setelah dirinya memberikan sebuah nomor telepon kepada awak media saat dikonfirmasi terkait aktivitas kolektor atau penampungan pasir timah.
Nomor 0813826287* diberikan Habib kepada awak media. Dalam pesan WhatsApp, Habib menyampaikan:“Coba bel dulu. Ini, 081382628***, itu dak ada lain. Dak boleh sama yg ngurus.”Dalam keterangan lain yang diterima awak media, nomor tersebut juga disebut Habib sebagai “bos aku”.Dua penyebutan tersebut, yakni “yang ngurus” dan “bos aku”, menjadi titik penting dalam penelusuran awak media.
NOMOR “PENGURUS” DITELUSURIAwak media kemudian mencoba mengetahui siapa pemilik nomor 0813826287* tersebut.Berdasarkan hasil pencarian melalui aplikasi identifikasi nomor GetContact, nomor tersebut muncul dengan nama “Lettu Jydi”.
Namun, hasil GetContact tersebut belum dapat dijadikan bukti pasti mengenai identitas pemilik nomor. Karena itu, penyebutan Lettu Jydi dalam berita ini masih sebatas hasil identifikasi aplikasi dan membutuhkan konfirmasi langsung.
Informasi yang diterima awak media menyebut nama Lettu Jydi dikaitkan dengan Danpos Satgas yang bertugas di wilayah Bangka Selatan.
Jika nantinya nomor tersebut terbukti memang milik yang bersangkutan, maka muncul pertanyaan serius mengenai konteks hubungan antara Habib dengan pemilik nomor tersebut.
HABIB SEBUT “BOS AKU”Persoalan menjadi sorotan karena Habib tidak hanya memberikan nomor tersebut kepada awak media.Habib menyebut nomor itu sebagai nomor pihak yang “ngurus”, sementara dalam keterangan lain disebut sebagai “bos aku”.Pertanyaannya, apa yang dimaksud Habib dengan istilah tersebut?
Apakah “pengurus” hanya berarti pihak yang mengatur komunikasi atau urusan tertentu, atau memiliki makna lain dalam aktivitas kolektor pasir timah?Dan apabila benar pemilik nomor merupakan seorang personel yang bertugas sebagai Danpos Satgas, maka hubungan tersebut tentu perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun spekulasi di tengah masyarakat.
PEMILIK NOMOR MEMBERIKAN JAWABANAwak media kemudian menghubungi nomor tersebut melalui WhatsApp.Pemilik nomor memberikan jawaban:“Inti nya keYBs la kenapa ke sy lagi pula itu bukan wil sy saday mohon maaf yaa,maaf salah jawab.”Menurut informasi yang diterima awak media, pemilik nomor tersebut juga disebut tidak mengenal Habib.
Perbedaan keterangan inilah yang kemudian menjadi perhatian.Di satu sisi, Habib memberikan nomor tersebut sambil menyebut adanya pihak yang “ngurus” dan menyebutnya sebagai “bos aku”.Di sisi lain, pemilik nomor yang dihubungi awak media memberikan jawaban yang menyatakan bahwa wilayah Sadai bukan wilayahnya.
PUBLIK PERTANYAKAN DUGAAN PERAN “PENGURUS”Rangkaian informasi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan publik.Apakah nomor 0813826287* benar milik Lettu Jydi?**Mengapa Habib memberikan nomor tersebut sebagai kontak pihak yang disebut “pengurus”?
Mengapa nomor tersebut disebut Habib sebagai “bos aku”?Apa hubungan pemilik nomor dengan Habib selaku kolektor timah?Dan jika benar nomor tersebut milik seorang Danpos Satgas, apa konteks hubungan komunikasi tersebut?
Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab secara resmi, terutama karena tugas Satgas berkaitan dengan penertiban dan pemberantasan aktivitas timah ilegal.Namun, hingga adanya konfirmasi resmi, hasil identifikasi GetContact dan keterangan Habib belum dapat dijadikan bukti bahwa Lettu Jydi merupakan pemilik nomor tersebut atau terlibat dalam aktivitas kolektor timah.
MENUNGGU KLARIFIKASIUntuk memastikan persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.Habib dapat menjelaskan maksud istilah “pengurus” dan “bos aku” yang disampaikannya.
Pemilik nomor juga dapat menjelaskan apakah nomor tersebut benar miliknya dan apa hubungannya dengan Habib.Sementara pihak Satgas maupun institusi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan apabila nama atau personelnya disebut dalam rangkaian informasi tersebut.
Babel News Update membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Habib, pemilik nomor tersebut, Lettu Jydi apabila memang yang bersangkutan merupakan pemilik nomor, serta pihak Satgas atau institusi terkait.(Citra)
