DIDUGA AKIAN PEMILIK LOKASI LAKA TAMBANG TIMAH DI PEMALI MEMAKAN 7 KORBAN JIWA .

Uncategorized23 Dilihat

 

Bangka- sebuah peristiwa tragis mengguncang kawasan tambang timah di Tanah Pondi, Kecamatan Pemali, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Kejadian longsor telah menelan korban sebanyak 7 pekerja dan menimbun 1 unit alat berat jenis ekskavator.(2 Febuari 2026)

Sebagaimana informasi terbaru yang diterima, aktivitas tambang tersebut menggunakan mesin dompong dan berada dalam kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berada di wilayah Kabupaten Bangaka. Meskipun demikian, saat ini nama Akian Mencuat diduga pemilik tambang tersebut. Tim awak media akan terus berupaya menggali informasi lebih lanjut terkait identitas korban tambang yang Telah merenggut nyawa beberapa pekerja.

Dari hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), serta relawan sukarelawan, hingga saat ini telah ditemukan sebanyak 4 korban pekerja. Sedangkan 3 pekerja lainnya masih dalam tahap pencarian intensif oleh tim gabungan. Selain itu, 1 unit ekskavator yang sedang beroperasi pada saat kejadian juga masih tertimbun material longsor dan belum dapat dikeluarkan.

” Kabar terbaru 4 sudah ditemukan dan 3 korban masih dalam tahap pencarian, 1 unit PC (ekskavator) masih tertimbun,” ujar sumber yang tidak dapat diidentifikasi secara pasti saat ini.

Tim gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang, dengan memperhatikan kondisi medan yang cukup sulit akibat hasil longsor yang menyebar luas di lokasi kejadian. Cuaca yang sedang mendukung juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban yang masih hilang.

Pihak berwenang juga akan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab terjadinya longsor tersebut, termasuk memeriksa apakah terdapat kelalaian dalam pengelolaan keamanan dan keselamatan kerja di tambang tersebut.(Citra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *