
Aktivitas tambang timah di kawasan Pantai Romodong, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menduga seorang pria yang dikenal dengan nama Jendol berperan sebagai pengurus aktivitas tambang di kawasan tersebut, sementara Yudi disebut-sebut sebagai penampung hasil timah dari aktivitas yang berlangsung di pesisir pantai itu.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, aktivitas tambang di kawasan Pantai Romodong masih terus berlangsung meski menuai protes dari masyarakat pesisir dan nelayan. Warga mengaku khawatir terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan pantai hingga terganggunya mata pencaharian nelayan tradisional.
“Sudah lama aktivitas itu berjalan. Banyak yang menyebut Jendol sebagai pengurus lapangan, sedangkan hasil timahnya ditampung oleh Yudi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti aspek keselamatan kerja para penambang yang dinilai minim perhatian.
Aktivitas di kawasan pesisir dinilai cukup berisiko, terlebih saat cuaca buruk dan gelombang tinggi melanda perairan sekitar Pantai Romodong.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi aktivitas tambang tersebut. Mereka meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan maupun aktivitas tambang yang tidak mengantongi izin resmi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebutkan namanya terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas tambang timah di kawasan Pantai Romodong, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.(Citra)
