
TOBOALI, BABEL NEWS UPDATE — Aktivitas sejumlah kolektor timah di wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan dari seorang kolektor yang menyebut bahwa “Satgas itu bos kami.”Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai hubungan antara kolektor timah dengan pihak yang disebut sebagai Satgas.
Apalagi, Satgas sendiri memiliki peran dalam upaya penertiban dan pengawasan aktivitas pertambangan serta perdagangan komoditas timah.Sebelumnya, Satlap Tri Cakti bersama Satgas PKH, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Kodim 0432/Bangka Selatan memang pernah menggagalkan dugaan penyelundupan sekitar 1.040 kilogram bijih timah di kawasan Pantai Kelambui, Toboali, pada Juli 2026.
Namun, munculnya pernyataan kolektor tersebut memunculkan pertanyaan lain: sejauh mana hubungan dan koordinasi antara kolektor dengan pihak yang disebut Satgas?Apakah Satgas benar-benar menjalankan fungsi penertiban terhadap aktivitas timah ilegal, atau terdapat bentuk hubungan lain yang perlu dijelaskan kepada publik?
Pertanyaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa Satgas terlibat dalam aktivitas ilegal. Diperlukan klarifikasi dan bukti yang dapat diverifikasi untuk memastikan maksud sebenarnya dari pernyataan kolektor tersebut.
BABEL NEWS UPDATE meminta pihak Satgas memberikan penjelasan terbuka mengenai pernyataan “Satgas itu bos kami”, termasuk apakah terdapat hubungan koordinasi resmi dengan para kolektor timah di wilayah Toboali.
Publik berhak mendapatkan kejelasan agar tidak muncul persepsi bahwa pihak yang bertugas melakukan penertiban justru memiliki hubungan dengan pihak yang menjadi objek pengawasan.(Citra)
