
TOBOALI, BANGKA SELATAN — Nama Habib, yang disebut sebagai kolektor timah di wilayah Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sorotan setelah memberikan sebuah nomor telepon kepada awak media saat dikonfirmasi terkait aktivitas penampungan atau perdagangan pasir timah.
Habib disebut beralamat di Desa Parit 2, Kecamatan Tukak Sadai. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Habib memberikan sebuah nomor yang disebutnya berkaitan dengan pihak yang mengurus aktivitas tersebut.Dalam percakapan WhatsApp, Habib menyampaikan:“Coba bel dulu. Ini, 081382628***, itu dak ada lain. Dak boleh sama yg ngurus.
”Awak media kemudian menghubungi nomor yang diberikan tersebut untuk meminta klarifikasi.KETERANGAN PEMILIK NOMOR BERBEDADalam komunikasi melalui WhatsApp, pemilik nomor tersebut memberikan jawaban:“Inti nya keYBs la kenapa ke sy lagi pula itu bukan wil sy saday mohon maaf yaa,maaf salah jawab.”
Menurut informasi yang diterima awak media, pemilik nomor tersebut juga disebut tidak mengenal Habib.Perbedaan keterangan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai maksud Habib memberikan nomor tersebut dan siapa pihak yang dimaksud sebagai “pengurus”
.NAMA SATGAS MUNCUL DALAM KONFIRMASIDalam rangkaian komunikasi tersebut, nama Satgas turut disebut. Namun, penyebutan nama Satgas tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa Satgas terlibat dalam aktivitas perdagangan atau penampungan pasir timah.
Awak media masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait mengenai hubungan antara Habib, nomor yang diberikan, serta pihak yang disebut sebagai “pengurus”.
Sebelumnya, informasi yang diterima awak media juga menyebut nama Sapar, yang disebut beralamat di Desa Terap, sebagai kolektor timah. Keduanya disebut-sebut memiliki hubungan dengan pihak yang berada di Pangkalpinang, namun informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi.
Pertanyaan yang kini muncul bukan hanya mengenai aktivitas kolektor di lapangan, tetapi juga mengenai rantai koordinasi di balik aktivitas tersebut.Jika nomor yang diberikan Habib memang merupakan kontak pihak yang disebut sebagai “pengurus”, maka klarifikasi mengenai identitas dan kapasitas pihak tersebut penting agar informasi tidak berkembang menjadi spekulasi.
Babel News Update membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Habib, Sapar, pemilik nomor yang dikonfirmasi, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan.(Citra)
