
MENTOK, BANGKA BARAT — Aktivitas tambang timah di perairan laut Tanjung Ular, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi sorotan. Meski sebelumnya disebut telah ditertibkan dan diberikan peringatan, aktivitas penambangan diduga masih berlangsung, terutama pada malam hari.
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, aktivitas tersebut diduga dilakukan secara sembunyi-sembunyi dengan memanfaatkan waktu malam untuk menjalankan kegiatan penambangan di kawasan perairan Tanjung Ular.Selain aktivitas penambangan, muncul pula dugaan adanya pihak yang berperan sebagai penampung pasir timah hasil kegiatan tersebut.
Dua nama, yakni Ahew dan Andre, disebut-sebut diduga sebagai pihak yang menampung pasir timah.Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi serta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.
Redaksi tidak bermaksud menyimpulkan adanya pelanggaran hukum sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penertiban yang sebelumnya telah dilakukan. Jika benar aktivitas kembali berlangsung setelah adanya peringatan, masyarakat tentu mempertanyakan pengawasan di kawasan perairan tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi, khususnya pada malam hari, guna memastikan apakah aktivitas tambang tersebut masih berjalan serta menelusuri asal-usul dan jalur penampungan pasir timah yang diduga berasal dari kegiatan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang maupun klarifikasi dari Ahew dan Andre terkait dugaan tersebut.(Citra)
