
SOPPENG, SULSEL – Sebuah praktik penyimpangan tata kelola pembangunan desa mencuat ke permukaan. Kepala Desa Sering, Kecamatan/ Wilayah Soppeng, kini menjadi sorotan tajam terkait dugaan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan proyek fisik. Kabar yang beredar menyebutkan, pejabat desa tersebut seolah bertransformasi menjadi kontraktor tunggal yang mengerjakan pekerjaan dengan tangannya sendiri. Rabu (15/04/2026).
Berdasarkan laporan dan pengakuan warga setempat yang dihimpun media ini, terdapat 4 titik lokasi pembangunan jalan tani di wilayah desa tersebut yang diduga kuat dikerjakan secara langsung di bawah kendali Kepala Desa Muh. Tang.
Warga menyampaikan kekhawatirannya bahwa tidak ada pemisahan peran yang jelas. Kepala Desa selaku pemegang kebijakan sekaligus seolah menjadi pelaksana teknis di lapangan. Situasi ini dinilai menyalahi asas netralitas dan sangat rawan menimbulkan praktik penyimpangan anggaran serta ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.
DIBUNGKAMKAN DAN TAK DAPAT DIMINTA KETERANGAN
Berangkat dari informasi tersebut, tim wartawan berupaya melakukan konfirmasi resmi guna menelusuri kebenaran fakta serta dasar hukum pelaksanaan proyek tersebut. Namun, upaya untuk membuka ruang klarifikasi justru menemui jalan buntu.
Alih-alih bersikap terbuka dan melayani kepentingan publik, Kepala Desa Muh. Tang justru memilih sikap tertutup. Berkali-kali dihubungi melalui sambungan telepon untuk konfirmasi, panggilan wartawan justru diabaikan dan tidak pernah diangkat.
PELANGGARAN PROSEDUR ATAU FAKTA LAIN?
Praktik di mana kepala desa bertindak ganda sebagai pemilik wewenang sekaligus pelaksana pekerjaan dinilai menyimpang dari aturan yang berlaku. Dalam manajemen pemerintahan desa, harus ada pemisahan yang tegas antara unsur pengawas, pelaksana, dan penyedia jasa untuk mencegah benturan kepentingan (conflict of interest).
Sikap menutup diri dan enggan berkomunikasi semakin mempertegas kecurigaan publik. Apakah ini bentuk pelanggaran prosedur yang disengaja, atau ada fakta tersembunyi yang berusaha ditutupi di balik 4 titik proyek tersebut?
Publik kini menanti, apakah Kepala Desa Sering akan tetap bungkam, atau berani tampil memberikan penjelasan gamblang terkait proyek yang dibiayai oleh uang rakyat ini?
Tim Redaksi
