
JAKARTA -Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke target-target Amerika Serikat dan Israel di tengah eskalasi perang yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama konflik.
berbicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyebut respons Teheran sebagai tindakan putus asa. “Ini adalah rezim yang mengamuk seperti binatang buas, berbahaya bagi semua orang di sekitarnya,” katanya. “Ini bukan strategi, ini keputusasaan.”
Sebaliknya, sejumlah analis menilai justru keputusasaan itu menjadi dasar strategi Iran.
Teheran dinilai berupaya menguras sistem pertahanan AS dan Israel dengan gelombang drone kamikaze berbiaya rendah, sekaligus menimbulkan tekanan politik melalui serangan ke pangkalan militer dan fasilitas diplomatik AS.
Robert Malley, mantan utusan khusus Iran pada pemerintahan Presiden Joe Biden, mengatakan Iran sengaja menargetkan titik lemah Amerika.
“Ini adalah salah satu kesempatan di mana mereka dapat menunjukkan bahwa mereka memiliki kekuatan pembalasan,” ujarnya.
Serangan Iran dilaporkan menjangkau instalasi AS di sedikitnya sembilan negara, dari kawasan Teluk hingga Mediterania. Drone juga menghantam misi diplomatik AS di Riyadh, Dubai, dan Kuwait City. Puluhan orang, sebagian besar warga lokal, dilaporkan terluka dan beberapa tewas.
Galip Dalay dari Chatham House menilai tujuan utama Iran adalah menekan Presiden AS Donald Trump agar menghentikan perang. “Satu-satunya orang yang dapat menghentikan perang ini atau mengakhiri perang ini adalah Trump, dan saya pikir dialah aktor yang menjadi sasaran Iran [melalui serangannya],”katanya.


