
BANGKA – Meski insiden tragis yang menewaskan seorang pekerja tambang akibat diduga diterkam buaya sempat mengguncang masyarakat, aktivitas tambang timah yang diduga ilegal di kawasan Sungai Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, disebut masih terus berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para penambang kembali beraktivitas di lokasi yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi, baik karena keberadaan satwa liar maupun kondisi kerja yang berbahaya. Peristiwa korban diterkam buaya sebelumnya menjadi perhatian publik dan dilaporkan oleh sejumlah media.Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin.
Selain berpotensi membahayakan keselamatan para pekerja, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan dampak terhadap lingkungan di kawasan aliran Sungai Batu Rusa.Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Mereka juga meminta langkah-langkah pencegahan agar tidak kembali terjadi korban jiwa di lokasi tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kondisi terkini aktivitas pertambangan di lokasi tersebut maupun langkah penanganan lanjutan setelah insiden yang menelan korban jiwa.(Team)
