
Bangka, Rabu (8/4/2026) – Insiden memalukan terjadi di tubuh Polres Bangka setelah tujuh orang tahanan berhasil kabur dari sel tahanan pada Rabu pagi. Peristiwa ini langsung memicu kemarahan publik yang menilai adanya kelalaian serius dalam sistem pengamanan, khususnya oleh petugas piket yang berjaga saat kejadian berlangsung.Dari tujuh tahanan yang melarikan diri, aparat kepolisian baru berhasil mengamankan kembali satu orang.
Sementara enam lainnya masih dalam pengejaran intensif. Hingga kini, pihak Polres Bangka belum mengungkap secara rinci identitas tahanan yang telah tertangkap maupun kronologi lengkap kaburnya para tahanan tersebut.
Adapun daftar tahanan yang sempat kabur terdiri dari:
Rosi Aprianto (kasus narkoba)
Anugrah (kasus PPA)
Hari Darma (kasus PPA)
Andri Darmawan (kasus narkoba)
Supriyadi (kasus narkoba)
Yogi Triliando (kasus narkoba)
Weli (kasus pencurian)
Mayoritas tahanan merupakan tersangka kasus narkotika dan perlindungan perempuan dan anak (PPA), yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat. Fakta bahwa mereka bisa melarikan diri secara bersamaan menimbulkan tanda tanya besar terkait standar operasional prosedur (SOP) penjagaan tahanan di lingkungan Polres Bangka..
Sejumlah warga menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan indikasi lemahnya sistem pengamanan yang bisa berdampak serius terhadap keamanan masyarakat.“Ini sangat memalukan. Bagaimana bisa tujuh tahanan kabur sekaligus? Ini harus diusut tuntas, jangan sampai ada unsur pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Selain itu, publik juga mendesak agar dilakukan investigasi internal secara transparan terhadap petugas piket yang bertanggung jawab saat kejadian. Jika terbukti lalai, tindakan tegas harus diberikan guna menjaga integritas institusi kepolisian.Pengamat menilai, kejadian ini dapat mencoreng citra Polres Bangka sebagai aparat penegak hukum yang seharusnya mampu menjamin keamanan, termasuk dalam pengelolaan tahanan.
Terlebih, para tahanan yang kabur berpotensi kembali melakukan tindak kejahatan di tengah masyarakat.Saat ini, aparat kepolisian dikabarkan telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap enam tahanan yang masih buron. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelarian.
Pihak Polres Bangka juga diharapkan segera memberikan keterangan resmi secara terbuka kepada publik terkait kronologi kejadian, langkah penanganan, serta evaluasi sistem pengamanan tahanan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Bangka dan sekitarnya. Publik menunggu keseriusan aparat dalam menuntaskan kasus ini, baik dalam menangkap kembali para tahanan yang kabur maupun dalam menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.(Citra)


