
Bangka Selatan –Perkembangan kasus dugaan penyelundupan dan penampungan timah ilegal yang menyeret nama Asui di Desa Keposang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, hingga kini masih belum menunjukkan hasil signifikan.
Diketahui, operasi besar yang dilakukan Mabes Polri melalui Bareskrim dimulai pada 22 Februari 2026, dengan penggeledahan di kediaman Asui yang diduga sebagai salah satu aktor penting dalam jaringan timah ilegal lintas negara. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga sebagai anak buah Asui serta menyita berbagai barang bukti penting.
Namun, hingga 22 Maret 2026 atau tepat satu bulan sejak penggerebekan, sosok Asui yang disebut-sebut sebagai kolektor sekaligus pendana utama dalam aktivitas ilegal tersebut masih belum berhasil ditangkap.
Dalam pengungkapan awal, aparat mengindikasikan adanya praktik penyelundupan timah ke luar negeri, termasuk ke Malaysia, dengan potensi kerugian negara mencapai puluhan triliun rupiah. Kasus ini bahkan disebut sebagai bagian dari jaringan besar yang telah beroperasi dalam waktu lama.
Selain itu, dari hasil penggeledahan, aparat juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset, dokumen penting, hingga kendaraan mewah yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut. Meski demikian, keberadaan Asui hingga kini masih menjadi misteri dan diduga telah melarikan diri sebelum penindakan dilakukan.
Sementara itu, informasi lain menyebutkan bahwa rumah Asui sempat dipasangi garis polisi usai penggeledahan oleh tim Mabes Polri. Namun hingga pertengahan Maret, belum ada keterangan resmi terkait status hukum maupun keberadaan yang bersangkutan.
Mandeknya penangkapan terhadap sosok kunci ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus yang dinilai merugikan negara dan mencoreng pengelolaan sumber daya alam di Bangka Belitung.
Hingga berita ini diterbitkan, Mabes Polri masih terus melakukan pengembangan penyidikan dan pengejaran terhadap Asui yang masuk dalam daftar pencarian, namun belum ada keterangan resmi terbaru terkait keberhasilan penangkapan tersebut.(Citra)


