
TOBOALI, BABEL NEWS UPDATE — Habib, yang disebut sebagai kolektor timah di Desa Parit 2, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang diterbitkan pada 23 September 2026.
Klarifikasi tersebut berkaitan dengan penyebutan nama Satuan Tugas (Satgas) serta nama Lettu Jyd dalam sebuah pesan WhatsApp yang sebelumnya menjadi bagian dari pemberitaan.
Dalam keterangannya, Habib mengakui bahwa penyebutan nama Satgas dalam pesan WhatsApp tersebut merupakan kekhilafan dirinya. Ia menegaskan tidak bermaksud membawa-bawa ataupun mengatasnamakan Satgas dalam komunikasi tersebut.
“Saya membawa nama Satgas dalam pesan WhatsApp itu saya khilaf,” ujar Habib.
Selain itu, Habib juga memberikan penjelasan terkait penyebutan nama Lettu Jyd yang dalam pesan WhatsApp tersebut disebut dengan istilah “bos aku”. Menurut klarifikasi Habib, penyebutan tersebut tidak benar.
Pernyataan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Penyebutan nama seseorang dalam pesan WhatsApp tidak dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya hubungan, keterlibatan, atau dukungan terhadap aktivitas pengumpulan timah tanpa bukti pendukung yang memadai.
HABIB SAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF
Atas penyebutan nama Satgas dalam pesan WhatsApp tersebut, Habib menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau keberatan.
“Sekali lagi saya meminta maaf,” kata Habib.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang sebelumnya beredar dan mencegah timbulnya kesalahpahaman, khususnya mengenai penyebutan nama Satgas dan Lettu Jyd.
Dengan adanya pernyataan Habib, informasi dalam pemberitaan 23 September 2026 perlu dibaca bersama klarifikasi terbaru agar publik memperoleh gambaran yang lebih utuh dan berimbang.
REDAKSI UTAMAKAN KEBERIMBANGAN
Babel News Update menempatkan klarifikasi Habib sebagai bagian dari pemenuhan hak jawab dan upaya menjaga akurasi pemberitaan.
Pernyataan mengenai penyebutan nama Satgas maupun Lettu Jyd dalam berita ini disampaikan berdasarkan klarifikasi Habib dan bukan merupakan kesimpulan redaksi mengenai keterlibatan pihak mana pun dalam aktivitas pengumpulan timah.
Redaksi juga membuka ruang bagi pihak Satgas maupun Lettu Jyd untuk menyampaikan tanggapan atau penjelasan tambahan apabila diperlukan, demi melengkapi informasi dan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk menyampaikan keterangan.
Prinsip keberimbangan, verifikasi, dan asas praduga tak bersalah tetap menjadi landasan Babel News Update dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
BABEL NEWS UPDATE
Informasi, Klarifikasi, dan Keberimbangan.(Citra)
